Angsana (again)

Angsana (again)

Angsana Beach merupakan salah satu pantai yang terletak di sisi tenggara pulau Kalimantan, tepatnya di Kabupaten Tanah Bumbu, Propinsi Kalimantan Selatan. Pantai ini berada di dalam area perkebunan kelapa sawit, namun dapat dinikmati oleh siapa saja. Saat kami berkunjung kali ini, jalan menuju ke objek wisata ini sangat bagus, mulus dengan aspal hot-mix. Kondisi  ini jauh berbeda dibandingkan beberapa kunjungan kami dalam 2 – 3 tahun terakhir, dimana akses ke pantai ini masih berupa jalan tanah dengan perkerasan batuan, khas perkebunan kelapa sawit.

Untuk dapat memasuki areal Pantai Angsana, dari arah Banjarbaru kami memulai perjalanan pada dini hari (sekitar pukul 01.30 WITA), dengan harapan dapat tiba di Angsana pada saat adzan, dan dapat menunaikan subuh di Masjid Raudhatul Jannah, Satui (LoE : 3°46’40.03″S 115°24’19.18″E) atau di Masjid Al-Husaini, Al-Kautsar (LoE : 3°44’50.94″S 115°28’34.25″E). Setelah menempuh 4 jam perjalanan, kami mengurungkan niatan untuk shubuh di Satui atau Desa Al-Kautsar, karena saat melalui Sungai Danau dan Al-Kautsar belum terdengar kumandang adzan shubuh.

Setelah melewati kawasan kantor PT. Borneo Indobara  (LoE : 3°42’02.59″S 115°33’35.20″E), terdengar suara adzan, dan kami pun memutuskan untuk memarkir mobil di Masjid Nurul Hijrah (LoE : 3°42’27.62″S 115°34’29.63″E).

Setelah menunaikan sholat, kami bersegera mencari tempat sarapan di seputaran SPBU Angsana  (LoE : 3°42’32.93″S 115°35’03.37″E). Setelah perut sudah terisi, kami berbalik ke arah, menuju simpang masuk menuju Pantai Angsana  (LoE : 3°42’33.09″S 115°34’53.39E). Seperti yang telah dituliskan di bagian atas tulisan ini, akses menuju Pantai Angsana saat ini kondisinya sangat mulus dengan aspal hot-mix, dan tidak sampai 9 menit, kami tiba di bibir Pantai Angsana (LoE : 3°46’18.52″S 115°35’15.64″E).

Pada saat kami berkunjung, seakan-akan kami berada di pantai pribadi. Nyaris tidak ada orang selain kami sekeluarga dan beberapa penduduk yang sedang memulai aktivitas harian membuka toko dan menyiapkan sarana pendukung wisata. Pemandangan munculnya matahari di garis batas lautan dengan langit ini menjadi awal yang indah untuk memulai aktivitas hari ini.

Setelah puas menikmati panorama sunrise dan berenang selama beberapa jam, saya mendapatkan kabar bahwa rombongan dari Banjarbaru sudah mendekati kawasan Angsana, dan artinya kesempatan saya untuk menikmati Pantai Angsana ini segera berakhir, dan kami pun bersiap untuk bekerja.

Skip dulu travellingnya, karena saya harus bekerja mendampingi rombongan peserta site visit ke tambang batubara milik PT. Borneo Indobara.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *