West Sumatera

West Sumatera

Mengeksplor Provinsi Sumatera Barat kali ini saya lakukan bersama teman-teman sejawat di institusi tempat saya bekerja. Perjalanan ke Padang dimulai dari Banjarmasin menuju Jakarta dengan menggunakan pesawat terbang. Setelah sempat delay hampir 2 jam, akhirnya pesawat rute JT-0529 yang menerbangkan kami bertolak dari Bandara Internasional Syamsuddin Noor menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta. Setelah mendarat dengan selamat di Terminal Kedatangan I-A, kemudian kami berjalan menuju Terminal Keberangkatan I-B, untuk selanjutnya bersiap menuju Padang. Penerbangan menuju Padang pun diwarnai dengan delay yang cukup lama, hingga akhirnya pesawat dengan rute JT-0354 diberangkatkan, dan tiba di Bandara Internasional Minangkabau mendekati pukul 9 malam.

Dari Bandara Internasional Minangkabau, rombongan kami menggunakan mobil menuju pusat kota Padang, dan langsung mencicip kuliner. Restoran yang berada di dekat Pantai Padang menjadi tujuan malam itu, aroma dan rasa ikan bakar dengan bumbu yang khas di Pondok Ikan Bakar Cabang Khatib Sulaiman (LoE : 0º56’20,39″ S – 100º21’05,65″ E) sangat memanjakan lidah kami. Setelah selesai menikmati makan malam, selanjutnya menuju Hotel Ibis Padang (LoE : 0º55’46,85″ S – 100º21’46,83″ E) yang letaknya di Jalan Taman Siswa, tidak jauh Masjid Raya Sumatera Barat (LoE : 0º55’28,80″ S – 100º21’46,65″ E) 

Di hari pertama, di mulai dengan sarapan pagi di Skyline Restorant yang berada di lantai paling atas Hotel Ibis Padang. Selain menu yang ditawarkan beragam, hal yang sangat menarik adalah panorama yang terbentang di sekeliling restoran yang sangat menarik,….. di sebelah barat terbentang pantai, sementara di sebelah timur terlihat pegunungan yang masih tertutup awan. Selepas sarapan, perjalanan kami lakukan di dalam Kota Padang. Bayangan kota Padang yang panas karena terletak di dekat garis khatulistiwa meleset, karena pada hari itu hujan gerimis dan lebat silih berganti, dan berlangsung sepanjang hari. Namun kegalauan akibat hujan hari itu terbayarkan dengan kuliner Ketan Duren di malam harinya.

Di hari kedua, kami memulai perjalanan dari Kota Padang menuju Bukittinggi, meski cuaca di pagi itu hujan cukup deras namun kami tetap semangat dan berharap hujan tersebut tidak berlangsung lama, dan benar saja saat memasuki wilayah Padang Pariaman hujan reda dan cuaca menjadi cerah. Dalam perjalanan menuju Bukittinggi, kami sempat singgah di Air Terjun Lembah Anai (LoE : 0º29’01,01″ S – 100º20’16,76″ E) dan menikmati sejuknya air terjun yang berada di dalam Taman Nasional Kerinci Seblat tersebut. Lembah Anai adalah salah satu air terjun yang terkenal dan menjadi maskot pariwisata di Sumatera Barat. Air terjun ini memiliki ketinggian + 35 meter ini merupakan salah satu bagian dari aliran Sungai Batang Lurah Dalam, Gunung Singgalang yang menuju daerah patahan Anai. Secara geologi berdasarkan Kastowo et al,(1996) batuan ini termasuk kedalam Andesit dari Gunung Singgalang dan Gunung Tandikat (Qast).

 

Setelah melanjutkan perjalanan, dan singgah di Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (LoE : 0º28′13,00″ S – 100º22’44,00″ E) yang merupakan bangunan rumah gadang lengkap dengan rangkiang di halamannya. Selepas dari berfoto-foto di seputaran rumah gadang ini, kami meluncur ke Sate Mak Syukur, dengan menu wajib sate padang yang ajib nikmatnya.

Memasuki kota Bukittinggi, obyek wisata pertama yang kami tuju adalah Jam Gadang (LoE : 0º18′18,49″ S – 100º22’10,15″ E) yang berdiri kokoh di dekat Istana Bung Hatta, dan tak lupa sekedar mencari oleh-oleh di Pasar Atas. Selanjutnya objek wisata yang kami kunjungi adalah Taman Panorama Bukittinggi (LoE : 0º18′29,55″ S – 100º21’57,45″ E) dimana kita bisa menyaksikan keindahan Ngarai Sianok.

Selain itu di dalam taman ini juga terdapat obyek wisata sejarah yaitu Lobang Jepang, kami memberanikan diri masuk ke dalamnya untuk mengetahui sejarah yang terkandung di dalamnya dengan ditemani oleh seorang guide yang sepanjang menyelusuri lobang jepang akan senantiasa bercerita tentang sejarah dari lubang yang dibangun Jepang dalam rangka menghadapi perang Asia Timur Raya.

Malam hari di Bukittinggi kami habiskan dengan menikmati suasana malam di Jam Gadang yang ternyata jauh lebih menarik dan lebih hidup dibanding siang hari, berfoto dengan latar Jam Gadang merupakan sebuah keharusan di sini. Setelah menempuh perjalanan di Bukittinggi, kami pun kembali menuju Kota Padang. namun kami menyempatkan singgah di Pusat oleh-oleh yang berada di Padang Panjang .

Di hari ketiga, kami mengunjungi beberapa objek wisata di pantai barat pulau Sumatera. Sungguh perjalanan yang tidak terlupakan.

Demikian, sekilas perjalanan kami saat menjelajahi Sumatera Barat. Propinsi ini sangat komplit…. semua jenis wisata ada di sini mulai dari gunung, lembah, air terjun, sampai pantai dan pulau2 kecil ada di sini…. Arsitektur dan budaya tingkat tinggi pun dapat dinikmati  di sini. Ayo ke Sumbar! Rancak Bana!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *