East Java

East Java

Mengeksplor Provinsi Jawa Timur kali ini saya lakukan bersama istri dan anak-anak. Perjalanan ke Jawa Timur ini terlaksana karena permintaan istri tercinta yang ingin mengajak anak-anak untuk berpetualang di bagian timur Pulau Jawa, khususnya daerah Malang Raya.

Perjalanan darat kami mulai dari Kota Semarang , melalui lintas tengah pulau Jawa…. Saat pejalanan ini berlangsung, pembangunan jalan tol yang menghubungkan kota-kota di Jawa masih berlangsung dan belum selesai pengerjaannya. Perjalanan dari Semarang dimulai dengan memasuki gerbang tol Gayamsari, melintasi jalan tol Tanjungmas – Srondol, lanjut jalan tol Srondol – Ungaran, dan kemudian jalan tol Semarang-Solo. Di perjalanan menuju Solo ini, kami singgah di Rest Area yang terdapat di KM 22. Di lokasi yang berhawa sangat sejuk ini kami sekeluarga menikmati pemandangan dan udara yang cukup menusuk kulit, dan menyempatkan diri sholat di Masjid berkubah unik yang berada di lokasi ini. Karena udara yang cukup dingin, kami memutuskan untuk “jajan anget-angetan” di salah satu pojok kuliner. Mie rebus menjadi pilihan saat itu, karena selain bisa mengganjal perut, hangatnya juga sangat membantu untuk mengatasi dinginnya hari itu.

Malam mulai datang, namun perjalanan tetap kami lanjutkan, dan keluar di gerbang tol Salatiga. Dari Kota Salatiga, kami memilih jalur melalui kota Surakarta, Karanganyar, Sragen, dan melintasi Kota Ngawi, yang merupakan kota di perbatasan Propinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selepas dari Ngawi, perjalanan kami lanjutkan menuju Kota Nganjuk, Mojokerto dan Mojosari. Perjalanan malam hari ini berakhir dengan berkumandangnya adzan shubuh. Kami sekeluarga melaksanakan sholat shubuh di Masjid Besar Al-Mukhashin  (LoE : 7º43’10,12″ LS 112º43’09,64″ BT), yang letaknya sangat strategis di daerah Sukorejo – Pasuruan, tepat di pinggir jalan antara Surabaya – Malang.

Setelah menunaikan sholat shubuh, perjalanan pun kami lanjutkan, dengan target pertama adalah alun-alun kota Malang (LoE : 7°58’57.39″S 112°37’51.02″T). Karena badan yang lelah karena mengemudi mobil lebih kurang 10 jam dengan jarak yang cukup jauh, namun tak ingin membuang-buang kesempatan menikmati pemandangan di Kota Malang, akhirnya kami berinisiatif untuk memanfaatkan fasilitas Bis Wisata Malang City Tour yang disediakan oleh Pemerintah Kota Malang . Sebelum Pukul 8 pagi kami sudah berada di area belakang Balaikota Malang (LoE: 7°58’44.57″ LS 112°38’00.97″ BT). Ternyata suasananya sepi, hanya terlihat banyak PNS yang baru saja selesai mengikuti upacara di halaman depan gedung Balaikota. Kata beberapa orang sih, kita harus ambil tiket dulu lalu baru bisa naik busnya. Tiketnya gratis, hanya saja siapa cepat dia dapat. Oke, demi mendapatkan kesempatan langka, kami sekeluarga rela menunggu cukup lama di samping Bis Macito ini.

Dan, akhirnya….. travelling unik yang ada di Ngalam ini pun dimulai. Rute wisata berkeliling Kota Malang akan segera kami lewati. Sebenarnya, rute yang akan kami lewati nanti adalah rute pernah saya lewati saat tugas di Malang beberapa waktu yang lalu. Tetapi kali ini, travelling bersama keluarga di atas bis terbuka (kami sengaja memilih duduk di lantai atas bis Macito) tentu berbeda sensasinya. Start dari Balaikota Malang, bus melewati seputaran Jalan Majapahit lalu menuju alun-alun Kota Malang, berlanjut ke Jalan Kauman, lalu ke arah Jalan Kawi. Bus lalu melanjutkan perjalanan ke Jalan Ijen (Idjen Boulevard), yang setiap hari minggu dilaksanakan Car Free Day. Lalu bus ke arah simpang Balapan. Berlanjut ke Jalan Semeru dan Jalan Kahuripan. Selanjutnya, kembali di Balai Kota Malang dan perjalanan pun berakhir di sini.

Untuk kelanjutannya, sabar dulu yaa…. saya kembali melanjutkan pekerjaan sebagai supir bagi keluarga tercinta… Tujuan selanjutnya adalah Kota Batu, Pare dan Kediri.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *