Kiram Park

Kiram Park

Kiram Park adalah salah satu destinasi wisata baru, yang saat ini sedang hits dan ramai dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah, khususnya wisatawan lokal Kalimantan Selatan maupun wisatawan domestik lainnya. Dan dengan seringnya diadakan event-event adventure, beberapa offroader mancanegara pun sering lalu lalang di kawasan ini.

Adanya beberapa keterdapatan bahan galian dan aliran sungai, membuat kawasan ini menjadi tempat yang cocok untuk belajar  teknik eksporasi, seperti : mapping, transversing / measured section,  panning, dll. Tetapi hal ini terjadi beberapa tahun yang lalu. Saat itu, kawasan ini kami gunakan sebagai sarana praktikum lapangan terkait teknik eksplorasi.

Namun kawasan yang dulunya hanya dipenuhi semak belukar, ilalang dan tanaman perdu lainnya, sekarang mulai berbenah menjadi destinasi wisata. Dan tidak tanggung-tanggung, tangan dingin orang nomor satu di Propinsi Kalimantan Selatan, yang turun langsung dalam perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan penataaan kawasan ini. Itu lah alasan mengapa kawasan di sisi gunung Pematon ini lebih dikenal dengan sebutan Villa Paman Birin. Paman Birin sendiri adalah sapaan akrab masyarakat Kalsel untuk Bapak Syahbirin Noor, SH, MM yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Kalsel.

Untuk mencapai Kiram Park, dapat dimulai dari Bundaraan HI-nya Banjararu (Bundaran Simpang Empat) LoE …. Dari titik ini selanjutnya dapat memilh jalan Mistar Cokrokusumo, yang lebih dikenal dengan jalan arah Cempaka / Pelaihari. Setelah sampai di pertigaan Gunung Kupang (LoE : 3º28’22,83″ S – 114º51’07,22″ E), akan ada signboard yang menunjukkan arah ke Kiram Park dan ke Bukit Mawar. Di simpangan ini juga terdapat gerbang Sekolah Calon Bintara dan Komando Pendidikan dan Latihan Tempur (Secaba dan Dodiklatpur). Selanjutnya jika telah masuk di pertigaan yang benar, di sepanjang sisi jalan (khususnya di persimpangan) akan ada beberapa penunjuk arah Kiram Park / Bukit Mawar yang sangat memudahkan kita agar dapat sampai di tujuan tanpa tersesat. Tetapi bila terlewat dari simpang Gunung Kupang, ada jalur lain yang juga bisa digunakan, yaitu melalui Desa Sungai Tiung / Cempaka (LoE : 3º29’54,15″ S – 114º50’53,36″ E) masuk ke arah Desa Kiram. Sebenarnya selain jalur ini, juga terdapat jalur lain yang dapat dilalui sebagai alternatif, yaitu melalui arah Mandiangin / gerbang Tahura Sultan Adam (LoE : 3º29’32,55″ S – 114º56’01,44″ E), namun jalur ini kurang populer.

Pada kunjungan kami kali ini, kawasan Kiram Park tengah berbenah dalam rangka penyelenggaraan MAT 7 Explore Borneo, dimana akan ada sekitar 3.000-an rider dari penjuru nusantara dan internasional ikut menjajal MAT 7 Explore Borneo. Bila biasanya ajang MAT berada di Malang, Jawa Timur, MAT 7 kali ini, perdana mengambil trek ekstrem di luar Malang dan memilih tanah Borneo alias Kalimantan. Rute selama tiga hari tersebut menjajal wilayah Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan.

Foto Kiram Park saat kami berkunjung saat persiapan MAT 7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *