Central & West Pulau Laut

Central & West Pulau Laut

Mengeksplor Pulau Laut sudah berkali-kali saya lakukan selamat belasan tahun terakhir. Baik  bersama tim, rekan sejawat maupun bersama keluarga. Trip kali  ini, saya lakukan bersama istri dan anak-anak dan seorang teman satu tim. Adapun tujuan utamanya adalah melaksanakan survei tinjau dan sampling di wilayah administrasi Kecamatan Pulau Laut Tengah dan Pulau Laut Barat, Kabupaten Kotabaru. Perjalanan ke Kotabaru dimulai dari Banjarbaru dengan menggunakan mobil, dan sebagai mana biasanya saya bertindak sebagai pengemudi :-).

Perjalanan kami menyusuri jalan nasional di bagian selatan Kalimantan sangat lancar, walau di beberapa segmen jalan masih terdapat jalan yang berlubang, tetapi overall kondisi jalan yang kami lalui sangat bersahabat dengan pengemudi. Namun baru sampai di daerah Pelaihari, rasa lapar sudah terasa, dan kami pun singgah di salah satu Rumah Makan yang berada di daerah Angsau (LoE : 3°47’28.66″ LS 114°46’31.73″ BT). Setelah mengisi perut, kami melanjutkan perjalanan menuju Batulicin.

Kami tiba di Kota Batulicin pada sore hari, dan langsung menuju salah tempat makan favorit keluarga kami, yaitu Rumah Makan Wong Solo  (LoE : 3°25’16.50″LS 116°00’07.70″BT). Lokasi ini menjadi favorit keluarga karena ragam makanannya bervariasi, ada musholla kecil yang bersih dan di seberangnya terdapat minimarket Mentari yang juga relatif lengkap untuk memenuhi keperluan travelling (seperti baterai, snack, minuman dan di depannya berderet ATM sejumlah bank).

Keesokan harnya, setelah sarapan kami berangkat menuju penyeberangan ferry Batulicin (LoE : 3°27’01.21″ LS 116°00’28.68″ BT), dan sampai di Pelabuhan Tanjung Serdang ( LoE : 3°28’26.97″ LS 116°02’33.86″ BT) sekitar 40 menit kemudian.

Perjalanan sudah mulai terasa mengasyikkan saat memasuki Pulau Laut, karena mulai tercium aroma durian. Namun karena fokus kami berada di bagian barat dari Pulau Laut, kami pun menuju ke arah selatan…. dan benar saja, tidak jauh dari daerah Salinau menuju Semisir, kami mendapati pantai (LoE : 3°37’30.81″ LS 116°00’36.83″ BT) yang cukup menawan dan ada penjual durian…. ibarat kata pepatah sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Pantai ini kurang layak untuk berenang, karena dasarnya adalah bebatuan, bukan pasir halus. Tetapi keberadaan penjual durian dan alunan angin membuat kami betah berlama-lama di sini.

Maaf yaa, hari kami harus survei tinjau dan sampling dulu …. dan seperti biasa, saya tidak akan menulis hal-hal teknis terkait eksplorasi mineral / batuan di blog ini (silahkan kunjungi blog bemiral ).

Malam harinya kami kembali menuju ke arah utara Pulau Laut untuk menginap di salah satu hotel. Hotel yang kami tempati malam ini berlokasi di dekat dengan Masjid Agung Husnul Khotimah (LoE : 3°14’30.29″ LS 116°13’34.83″ BT), pusat kuliner dan siring laut, membuat kami hampir selalu menginap di hotel ini. Sebelum berangkat ke peraduan, kami menyempatkan makan malam di sentra kuliner yang ada di seputaran Siring Laut Kotabaru (LoE :  3°14’09.79″ LS 116°13’39.31″ BT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *